Memajukan timing pengapian lewat PickUp Pulser

CDI racing seperti produk pada beberapa BRT versi advancenya memungkin kita dapat menyetel waktu pengapian sesuai kebutuhan trek dan mesin secara manual dan mudah. Berbeda dengan CDI analog yang tidak mampu melakukan itu secara mudah lewat CDI, namun pada CDI analog kita masih bisa mengatur ulang waktu pengapian mundur ataupun maju dengan manambah panjang pick-up searah jarum jam dan menghilangkan bagian belakangnya. Bagi yang belum tahu apa itu pick-up pada magnet ialah tonjolannya, untuk jelasnya silahkan lihat gambar di bawah dan harap catat bahwa simbol panah iahlah arah rotasi/putaran Magnet.
 
Cara pengerjaannya sendiri dilakukan dengan las listrik untuk menambah daging tonjolan pickup, dan sebaiknya hal ini di lakukan ke tukang bubut yang spesialis mesin motor seperti tukang korter, dan sebaginya. Untuk biaya pengerjaannya sendiri di tukang bubut cukup terjangkau yaitu kurang lebih Rp. 30.000. Saran penulis dalam pemajuan timing pengapian via Pick-Up ini tidak lebih dari 2 mm karena beresiko seting bahan bakar menjadi sulit ditemukan.

Selain itu memajukan waktu pengapian sama dengan membesarkan kompresi karena kompres bahan bakar menjadi lebih dekat saat api busi melentik dan jika oktan BBM yang anda pakai tidak sesuai dengan kompresi makan gejala detonasi dan ngeilitik akan terjadi.

**Jika waktu pengapian berada pas saat piston TMA maka kemungkinan piston bolong sangat besar, jadi harap berhati-hati.


46 komentar:

  1. gak kebalik apa gan? Kalo ditambal belakangnya bukannya malah mundur timingnya?
    Dan timing pengapian kan sblum TMA, kalo pas TMA malah gak da tenaga kan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku pernah tanya bingkil balap di tempatku, katanya kalau gas pas tancap sih oke tapi untuk kecepatan tinggi tenaga mesin drup...

      Hapus
    2. trus untuk cari power atas yg pas itu pick upnya d majukan apa d mundurin??
      thanks

      Hapus
    3. kebalik boss,,
      kalo di las nya bagian belakang ber arti pengapian nya mundur
      kalo di las bagian depan pengapian nya maju,,,,

      Hapus
    4. sob,kalo nentuin drajat pick up pulser,ngukurnya dr naiknya piston/panjang stroke.,kira2 pas ga?

      Hapus
    5. agung frydayat12/08/14 00.42

      iya coy yg d.las yg dpn lah masa yg blk klo d.tambah las.n yg blk mah malah mundur

      Hapus
  2. duh dah gak ngerti jadi tmbah bingung mana yg bener

    BalasHapus
  3. duh dah gak ngerti jadi tmbah bingung mana yg bener

    BalasHapus
  4. Kebalik gan,kalo d tambal belakang malah nuruni kompresi...kalo yg di tambal depan,buang yg belakang resikonya ga cukup mesing gelitik,piston bolong,tp bisa jg mutarnya ke balik ntar jalannya jd mundur :-)

    BalasHapus
  5. Yg d gmbr itu kebalik gan, , ,

    BalasHapus
  6. dyon kenzo08/09/13 21.45

    Yg di gambar menurut saya benar,teori simplenya semakin lama timing pengapian maka semakin besar kompresi yg di dapat dan efeknya nambah akselerasi,tapi semakin cepat timing pengapian semakin kecil kompresi,sama aja kita ngejar top speed...

    BalasHapus
  7. bagai mana kalw kt tidak menghilangkan turus ditamabah saja lempenganya

    BalasHapus
  8. Semua bener gan, ada yg didepan ada yg dibelakang TERGANTUNG JENIS M0T0R ITU SENDIRI, untk mngetahui, tes dulu percikan apinya agar ga salah kaprah

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo d tambah blakang, buang depan ato engak, ujung motor kagak ada tenaga , malah limit, walau pun CDI racing, koil racing tetep aja limit, tapi yg tambah depan buang belakang gua baru mau cobak,

      Hapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  10. AC... percikan busi terjadi di awal tonjolan magnet terhadap pulser.
    DC... percikan busi terjadi di akhir tonjolan magnet terhadap pulser.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bro kl pulser ya sama kerjanya ngga ac apa dc seta ane diputaran rendah pulser kerja setelah tonjolan melewati pulser di putaran tinggi pulser diawal tonjolan entu yang di sebut derajat misal main di 15 drjt sampe 37 drjt tergantung type cdi nya

      Hapus
  11. So... TERGANTUNG arah putaran...

    BalasHapus
    Balasan
    1. tergantung arah putaran gimana maksutnya? setahu gw, puteran mesin tuh kalau dilihat dari arah magnetnya, ya berlawanan arah dengan jarum jam. kalau di gambar yg tertera, itu malah mundurin waktu pengapian. kalo mau majuin timing pengapian, bagian depannya (sisi kiri tonjolan) yang ditambah daging dan motong bagian belakangnya (sisi kanan tonjolan)

      Hapus
  12. benar itu bukan maju tapi mundur

    BalasHapus
  13. itu mah mundurin timing ignition

    BalasHapus
  14. Kebalik itu

    BalasHapus
  15. kok gak ada tanggapan dari penulis, jangan-jangan ini artikel copas

    BalasHapus
  16. penulisnya o on kaleeeeeeeeee

    BalasHapus
  17. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  18. he he he jadi pada binggung semua to , menurut ane penulisanya sudah bener tapi nulis di gambarnya yang salah , letakkan piston di tma ,setelah itu ambil garis lurus dari titik pulser ke dinding magnet ,gunakan busur plastik 180,lalu tandain ukuran yang ingin di potong biasa antara 9 sampai 15 lalu untuk bagian yang di las sesuaikan panjang dengan yg di potong misalkan aslinya 57 di jadikan 61 , perlu di ingat 9 sampai 15 untuk putaran bawah . 57 sampai 61 untuk putaran atas . intinya untuk bagian yg di las langkah struk semakin pendek penambahan pengelasan semakin panjang & juga alat ukurnya jangan mengunakan jangka sorong / pengaris . klau ada yg salah mohon dimengerti maklum masih sama sama belajar

    BalasHapus
  19. Ini ada sedikit gambar dari sumber terpercaya

    http://racetechelectric.com/files/images/tech_support/pulser-coil-and-timing.jpg
    http://www.freepatentsonline.com/4482831.html

    Jadi sederhana nya untuk menjawab mana mundur/maju suatu waktu pengapian adalah bahwa pulser itu mulai memberitahukan ke CDI untuk stop/start pengapian setelah beberapa mili atau centi ujung pick up magnet melewati pulser. Oya ini dalam kasus magnet satria 120R ya

    Jadi kalian jangan di buat bingung gambar saya di atas posting kemana arah nya..inti nya arah putar ke kiri atau kanan sama saja yang membedakan semakin pendek jarak dari titik baca pulser ke ujung belakang atau pantat pick-up di magnet maka pengapian maju.

    LOGIKA nya sejauh yang penulis tangkap seperti ini. Insinyur di jepang sana sebelum menciptakan ialah mendesain/merencancakan serta memikirkan bagaimana nanti di tangan user seperti kita ini, mereka selain menciptakan juga memberi nilai toleransi untuk kita-kita orang yang SOK TAHU untuk leluasa memodifikasi timming pengapian. Jadi jika cara baca pulser adalah setelah atau sebelum (yang sebelum saya belum tahu) pantat pickup melewati pulser bertujuan supaya user/kita bisa memodifikasi waktu pengapian secara manual lewat pick-up atau geser pulser...kalian punya logika lain?

    BalasHapus
    Balasan
    1. klo saya kok sependapat dengan gambar itu. memajukan saat pengapian bisa diartikan mempercepat percikan busi sebelum piston dari TMA (misal pengapian standar 12 drajat, klo mau memajukan brarti memperbesar nilai drajarnya menjadi 15 drajat). jika nilai derajatnya diperbesar otomatis panjang pick-up di rubah kearah jarum jam (seperti gambar tsb). klo teori saya salah mohon dibenarkan y. kita saling menambah ilmu.

      Hapus
  20. gimana atur timing pengapian pada titan 115cc

    BalasHapus
  21. kalau ada gamba pulser nya mungkin bisa lebih enak menjelaskan.. tetapi gambar itu menunjukkan putaran magnet ke arah kiri... pickup digeser ke kanan .. artinya memundurkan pengapian.. kebalikannya, kalo pickup digeser ke kiri maka disebut memajukan pengapian.. terima kasih..

    BalasHapus
  22. pickup sisi kanan untuk patokan posisi putaran bawah.. kalo sisi kanan ditambah daging maka pengapian akan semakin mundur, sementara kalo dikurangi dagingnya maka pengapian semakin maju... sementara pickup sisi kiri untuk patokan putaran atas.. kalo sisi kiri ditambah daging maka pengapian akan semakin maju, sementara kalo dikurangi dagingnya maka pengapian akan semakin mundur..

    BalasHapus
  23. gambar itu benar adany gan tpi gambar itu adalah gambar magnet motor matic yg posisi magnetnya berada di sebelah kanan motor,,,,,,

    nah kalo untuk motor yg magnetnya ada di sebelah kiri gambar itu terbalik

    numpang ngejelasin sedikit gan biar kagak salh paham

    BalasHapus
  24. Timing pengapian saat langsam ditentukan oleh posisi "trailing edge" sedangkan timing pengapian maksimum saat "RPM Optimal" ditentukan oleh posisi "leading edge", gw asumsikan standar derajat pengapian dari langsam-optimum di 10 - 32 derajat, jadi misalnya kita mau timing pengapian maksimum dimajukan lagi ke 35 derajat alias bertambah 3 derajat dari standarnya, berarti tinggal menambah panjang tonjolan leading edgenya, atau kita mau timing saat idlenya jadi 12 derajat? Gampang, tinggal gerinda alias kurangin bagian trailing edge

    BalasHapus
  25. Maju mundur,yg di fikirkan bukan magnit nya.tapi letak posisi piston "SBLM TMA".krn menghitungnya dari derajat kruk as.15 drajat sblm TMA (putaran idle Dimana busi muncrat ketika pick up pada tonjolan akir atau bisa cek sendiri dg melihat posisi tanda F pada rotor,pas tanda F pada magnit perhatikan posisi pick up di awal atau akir tonjolan).jadi klu pada gambar yg di tambal bagian akir pick up,sama artinya piston mendekati TMA,busi baru muncrat.(pengapian maju jika di bayangkan dari posisi piston).sedangkan putran tinggi,busi muncrat di awal tonjolan... (cek dg timing ligh malah sederhana dlm menelaah)

    BalasHapus
  26. buat jupiter z. bagusnya.. bagian mana yg di las... mohon dibantu... ane ikut bingung ne gan.... depan apa blkng nya...

    BalasHapus
  27. Cukup sederhana sebelumnya agan2 kalo salah minta maaf ya depan brarti maju belakng mundur gt aja dah n disarankan cukup penambahan 1mm kalo lebih biasa meain nga bs diengkol n pestin bisa hancur maybe kreta bisa jalan mundur. Buat yg mau tune up bore up hisa lsg datang ke jln aksara no 62à simpang horas bengkel pasti jaya medan sumatera utara

    BalasHapus
  28. menurut ane semakin maju tonjolan limiter cdi semakin pendek alhasil bagus putaran ats putaran bwh ngedown,kalo' semakin mundur tonjolan maka limiter menjadi tinggi tapi ngedown d putaran bawah d top speed bertmbh alhasil jadi lemot gk responsif

    BalasHapus
  29. menurut ane semakin maju tonjolan limiter cdi semakin
    pendek alhasil bagus putaran bwh& putaran atas
    ngedown,kalo' semakin mundur tonjolan maka limiter
    menjadi tinggi tapi ngedown d putaran bawah d top
    speed bertmbh alhasil jadi lemot gk responsif

    BalasHapus
    Balasan
    1. dah jelas terbalik...., gambar di atas menunjukan kalau percikan api busi setelah TMA
      pembakaran terjadi setelah kompresi menurun,, otomatis tenaga mesin down di putaran atas tetap down... karna aliran listrik mempunyai kecepatan dan akan merambat pada komponen2 tertentu... maka dari itu pulse memberi isyarat ke cdi lebih awal dari TMA.. mohon yg mengerti tolong di sempurnakan penjelasan saya ini .....

      Hapus
  30. kalau mnurut saya, yg di gambar tuh dah bner. tinggal di kitanya aja lagi. bisa ngk nganalisa putaran msin ny. dmana posisi tonjolan saat tma. apa sesudah pulser atau sbelumnya. kalau dah tau, logikanya pasti jln.

    BalasHapus
  31. Waduh...kok tambah koyok rapat DPRD, yang pasti yang mana ini.......

    BalasHapus
  32. artikel ne dh bener..yg salah yg sok pintar..

    BalasHapus
  33. yg komen disini pinter apa sok pinter..?

    setelah aq baca baca bikin emosi sndiri, makanya banyak lah ber.eksperimen dan belajar

    klo cuma teori sih adek.qu yg sd jg pinter

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus